Kamis, 23 April 2015

Sabun Dan Detergen


Sabun dan detergen merupakan suatu kebutuhan pokok manusia yang selalu digunakan sehari-hari. Fungsi utama dari sabun adalah membersihkan. Di lingkungan sekitar, banyak macam wujud sabun yang dapat ditemui, baik yang dalam bentuk cair, lunak, krim, maupun yang padat. Kegunaannya pun
beragam, ada yang sebagai sabun mandi, sabun cuci sabun tangan, sabun cuci peralatan rumah tangga
dan lain sebagainya. 


Sabun termasuk salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami yang mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan dan pakaian. Pada larutan, surfaktan akan menggerombol membentuk misel setelah melewati konsentrasi tertentu yang disebut konsentrasi kritik misel. Sabun juga mengandung sekitar 25% gliserin. Gliserin bisa melembabkan dan melembutkan kulit, menyejukan dan meminyaki sel-sel kulit juga. Oleh karena itu dilakukan
percobaan pembuatan sabun dan pengujian terhadap sifat-sifat sabun, sehingga akan didapat sabun yang berkualitas.

Pengertian Sabun dan Detergen


Sabun merupakan garam logam alkali dari asam-asam lemak. Garam juga merupakan garam yang terdiri atas campuran anion karboksilat dan kation bervalensi satu. Campuran anion terbetukkarena pada dasarnya setiap molekul trigliserida mengandung residu lemak, dan minyak atau lemak tertentu adalah campuran molekul trigliserida (Sumarlin, 2010:18)

Detergen adalah garam dari alkali sulfat, asam alkilbenzenasulfonat berantai panjang atau garam natrium dari asam sulfonat (Sumarlin, 2010:19). Detergen merupakan campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air (Wasitaatmaja, 1997).

Kegunaan

Kegunaan sabun adalah kemampuannya mengemulsi kotoran berminyak sehingga dapat dibuang dengan pembilasan. Kemampuan ini disebabkan oleh dua sifat sabun, yaitu:
1.      Rantai hidrokarbon sebuah molekul sabun larut dalam zat non-polar, seperti tetesan- tetesan minyak.
2.      Ujung anion molekul sabun, yang tertarik pada air, ditolak oleh ujung anion molekul- molekul sabun yang menyembul dari tetesan minyak lain. Karena tolak menolak antara tetes sabun-minyak, maka minyak itu tidak dapat saling bergabung tetapi tetap tersuspensi (Fessenden, 1992).
Sabun digunakan juga sebagai bahan pembersih kotoran, terutama kotoran yang bersifat sebagai lemak atau minyak karena sabun dapat mengemulsikan lemak atau minyak. Jadi sabun dapat bersifat sebagai emulgator (Poedjiadi, 2004).

Dampak Negatif Sabun dan Detergen Bagi Lingkungan


Sabun merupakan peralatan pembersih yang wajib ada. Setiap kita ingin membersihkan pakaian, diri sendiri, maupun piring pasti tidak terlepas dari benda yang satu ini. Maka tak heran jika apabila tidak ada sabun, maka kita akan bingung. Karena dibenak kita sabun adalah pembersih yang sudah dapat dipercaya, yang terlihat dari buih-buih sabunnya. Walaupun padahal sebenarnya busa pada sabun tidak memengaruhi daya angkat kotoran sebuah sabun.

Sebenarnya sabun apalagi yang memiliki kandungan detergen seperti sabun cuci, pasta gigi, dan lainnya tidak baik bagi lingkungan terutama ekosistem sungai. Sabun dapat merusak ekosistem karena zat kimia yang terdapat pada sabun dapat membuat ganggang-ganggang yang dapat menutup sungai menjadi subur dan bertumbuh dengan cepat. Ganggang tersebut seperti teratai dan eceng gondok. 

Eceng gondok atau teratai dapat tumbuh dengan subur akibat zat-zat yang terdapat pada sabun terutama detergen. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan hasil pembuangan cucian dibuang disungai sehingga zat-zat pada detergen itu mengotori sungai. Ganggang dalam jumlah sedikit mungkin dapat bermanfaat, tetapi ganggang yang jumlahnya sangat banyak atau padat dapat merusak ekosistem. 

Ganggang dalam jumlah yang banyak dapat menutupi permukaan sungai sehingga dapat menghalangi sinar matahari untuk masuk kedalam sungai. Hal inilah yang mengakibatkan plankton maupun fitoplankton yang merupakan makanan ikan tidak dapat berkurang jumlahnya bahkan hilang didalam suatu ekosistem air sehingga ikan pun akan ikut hilang dari sungai tersebut. Selain itu juga keadaan sungai yang sempit dapat membuat gerak ikan semakin terganggu. 

Oleh sebab itu, bukan hanya ekosistem saja yang rusak tetapi juga dapat merugikan penduduk diwilayah sungai yang mencari nafkah dari menangkap ikan disungai. Karenanya, marilah kita menjaga lingkungan untuk kelangsungan hidup kita juga.


Berikut salah satu dampak-nya .
Sumber :
https://www.academia.edu/7287060/LAPORAN_ORGANIK_SABUN_DAN_DETERGEN
http://sainsforhuman.blogspot.com/2013/05/dampak-negatif-sabun-dan-detergen-bagi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate